Kebun Tadah Hujan


Tanah hamparan luas di daerah sigi tepatnya desa sibowi, cukup membuat orang disini dimasa lalunya merasa berat untuk mengolah tanahnya. 
Bukan tanpa sebab jika pada akhirnya banyak masyarakat menjual tanahnya kpd orang luar desa atau orang kota. 
Untuk mendapat air saja masa itu susah, Berapa kilo meter masyarakat memasang pipa dari mata air pegunungan, yg mana itu hanya mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga namun harus tetap irit air. 
Dan untuk membuat sumur bor disini harus dg alat bor dengan mencapai kedalaman 60meter, dan yg keluar adalah air yg cukup panas, yg tdk bs lgsng dipakai, harus didiamkan bbrp saat. 
Untuk pengeboran manual, banyak gagal karena tanah disini adl tanah berbatu. 
Sehingga dg minimnya Air, masyarakat menanam dg penyiraman tadah hujan,. 

Komentar